Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the apt domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/duniadiet/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/duniadiet/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Kementerian Kesehatan Menjelaskan Fakta Sebenarnya tentang Mitos Penyakit Mpox
Majalah Dunia Diet & Berita Kesehatan
Diet  

Kementerian Kesehatan Menjelaskan Fakta Sebenarnya tentang Mitos Penyakit Mpox

Kementerian Kesehatan Mengungkap Kebenaran di Balik Mitos Mpox dan Vaksin COVID-19, Ini yang Wajib Diketahui Masyarakat

DuniaDiet.com – Belakangan ini, ramai di media sosial beredar rumor yang menyebutkan bahwa kemunculan penyakit Mpox disebabkan oleh efek samping vaksin COVID-19. Namun, Kementerian Kesehatan membantah rumor tersebut dan menjelaskan bahwa Mpox dan COVID-19 adalah dua penyakit yang berbeda. Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Mpox telah ada sejak tahun 1970, jauh sebelum kemunculan SARS-CoV-2 dan vaksin COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memberikan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) untuk Mpox sejak 2022. WHO mencabut status tersebut pada 2023, namun kembali memberikannya pada 2024 menyusul peningkatan kasus di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Dengan demikian, tidak ada hubungan antara Mpox dan vaksin COVID-19. Hal ini juga ditegaskan oleh dr. Syahril bahwa kedua penyakit tersebut tidak ada hubungannya sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *